oleh: Anissa Q. Aini
Musim hujan membuat proses renovasi
bangunan jadi lebih lambat. Tukang terhambat bekerja, hasil tak
maksimal. Proses pun jadi lebih lama.
Menurut seorang penjual bahan bangunan,
saat memasuki musim hujan, biasanya program pembangunan/renovasi rumah
cenderung menurun. Hujan disinyalir sebagai proses alam yang menghambat
penyelesaian pembangunan atau renovasi. Kalau pun ada pemilik rumah yang
melangsungkan pembangunan/renovasi saat musim hujan, ya boleh-boleh
saja. Program renovasi ringan dapat saja dilakukan. Misalnya: mengecat
ulang dinding interior atau eksterior rumah.
Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu dicermati ketika ingin
mengecat ulang dinding. Hal ini, sekali lagi, berkaitan dengan lama
proses pengerjaan. Hujan membuat udara menjadi lebih lembap. Kandungan
air pada udara cenderung lebih tinggi daripada saat musim kemaru. Begitu
pula temperatur, cenderung lebih turun. Kondisi udara ini berpengaruh
terhadap proses pengeringan cat. Prosesnya jadi lebih lama, sehingga
proses penyelesaian pengecatan seluruh dinding pun menjadi lebih lama.
Untuk pengecatan dinding interior mungkin tidak akan mengalami
masalah, seperti pada dinding eksterior. Tapi bukan berarti mudah juga.
Dalam proses pengecatan, setiap lapisannya, mulai dari cat dasar hingga
lapisan akhir haruslah diaplikasikan setiap kali lapisan sebelumnya
sudah benar-benar kering. Dalam keadaan hujan, suhu menurun dan lembap,
pengeringan cat menjadi sangat lama. Akhirnya, proses pengecatan tidak
berjalan maksimal dan cepat.
Kalau Anda tetap memaksa, bisa saja. Tapi keadaan dinding yang
lembap, ditambah cat yang belum kering sepenuhnya, bisa menimbulkan
masalah di kemudian hari. Kandungan air di dalam dinding bisa muncul ke
permukaan membentuk noda yang sulit dihilangkan. Noda juga bisa muncul
karena jamur yang tumbuh. Kalau sudah begitu, penyelesaiannya lebih
rumit. Jadi, daripada repot di kemudian hari, lebih baik urungkan dulu
niat Anda mengecat dinding, sampai musim hujan berlalu. Terlebih kalau
ingin mengecat dinding eksterior.